Untuk kamu yang baru kulihat,
Maaf bila aku baru melihatmu. Maaf jika aku
terlambat, tapi… seperti katamu, “mending terlambat, dari pada tidak sama
sekali” iya kan? Hehehe, masih ku ingat bagaimana kamu menyampaikan kalimat
itu, dengan tanganmu yg kau umpatkan dikantong celanamu, alismu dinaikan
sebelah, dengan muka yang ingin tertawa karna gerutuku, indah saat itu. Tapi,
sayangnya aku belum menyadarinya.
Untuk kamu sang penghuni baru di hatiku,
Semoga, kamu betah berada lama – lama didekatku,
tidak seperti dia, baru sejenak berada di dekatku langsung pergi tanpa
penjelasan. Oiyaa, boleh aku memohon? Tolong, sikapmu yang sepertinya dingin
itu kepada semua orang diubah ya, dan… kemisteriusanmu itu loh… menjadi orang –
orang menganggapmu tidak meng-asyik-kan, tidak ramah dan banyak lagi orang –
orang disekitarmu dan disekitarku menganggap hal negative darimu. Padahal, kamu
baik, suka menolongku, sering direpotkan karenaku, dan satu hal yang perlu kau
tahu : aku, pernah membelamu loh. Iya, membelamu dari fikiran negative segelintir
orang, mereka mengatakan kalau kamu itu tidak baik, tidak ramah, dan
perkataanmu itu kadang menyakitkan, dan suka membuat orang jengkel. Tapi, aku
mengatakan hal yang berbeda: “menurutku, dia itu baik, sangat baik. Di juga ramah,
walaupun sikapnya dingin. Tapi aku yakin dia pribadi yang baik, tulus menolong
temanya. Dan, kalau dia sering bikin jengkel orang mungkin karna air mukannya
yang aneh(suka menaikan sebelah alisnya, dan berbicara sambil jalan)” apa kamu senang dengan pembelaan yang kuberi?
Atau… aku salah berbicara? Maafkan aku, bila aku salah dalam berbicara
tentangmu. Maaf, jika aku sok tau tentangmu. Tapi benar, bukan aku mau cari
muka atau apalah itu namanya, tapi aku melihatmu benar seperti itu adanya. Walaupun,
aku dan kamu tidak pernah sedekat aku dan dia dulu, tapi aku yakin kalau kita
bisa menjadi temanyg baik di awal permulaan.
Untuk kamu yang sedang aku tulis,
Jangan kecewakan aku dengan harapan –
harapan yang kuciptakan. Tolong, jaga harapanku terhadapmu walaupun aku tak
pernah mengatakannya. Aku tidak mau kalau nantinya harapanku akan kandas
seperti aku berharap dengan dia. Dan aku akan ber-doa kepada tuhan yang maha
agung, untuk memberian yang terbaik untukku dan tentunya untukmu.
Dari muslimah, yang baru menyadari jika
ada seseorang
Yang menatapnya dengan tatapan yang berbeda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar