Kamis, 28 Maret 2013

Pengorbanan cinta seorang wanita



Di pagi yang cerah ini, matahari begitu bersemangat untuk membangunkan siapa saja yg masih tertidur pulas, dan seakan tidak memberikan kesejukan di pagi ini.

perkenalkan namaku reina risyayah,bisa di pangil reina kelas X-Ipa di SMA Cakrawala, aku senag sekali akhirnya aku bisa di terima di SMA favorit…,dan aku punya shabat namanya Chika karenian dia sangat mengerti  tentangku.

mataini pun sedikit demi sedikit terbuka dan dan aku terbangun dari tidurku,
"ya ampun, udah jam segini," smabil melirik jam di kamarnya
"sudah jam 06.00 pagi,"lalu ia melanjutkan omongannya
tanpa fikir panjang ia langsung loncat dari tempat tidurnya
dan menuju ke kamar mandi,
sudah rapih pakaiannya, dan ia pun sudah siap untuk berangkat ke sekolahannya.

reina pun membatin jangan sampe gw telat, please jangan sampe, sekolah pun sudah semakin dekat dan akhirnya ia sampai di depan gerbang sekolah,
"mapus, gw telat nih"reina pun melihat ke arah kelasnya
reina pun berjalan dengan sedikit berlari, sudah sampai di depan kelas nya ia pun mengetuk pintu,
"tok..toktok..., permisi, maaf bu saya baru datang," kata reina
"iya, silahkan duduk, mari kita lanjutkan pelajarannya,"lanjut bu mesi menerangkan
reinapun langsung duduk di tempat duduknya di sebelah chika,
"kok lo telat sih na?"
"iya, tadi malem gw tidur jam 1,"sambil membuka buku
"gila, jam satu malem? ngapain aja lo?"smbil geleng-geleng
"hehee..., gw nulis chik,"jawab reina
"galau lagi ya lo?"Tanya chika
"mmm...,"sambil mikir
"gini nih temen gw, kalo lagi galau kerjaan nya nulis,"
"apaan sih lo..."
"tapi benerkan...?"chika pun menggoda reina
"apa sih...,"
tak sadar bel istirat berbunyi, bertanda pelajaran bu mesi sudah selesai, anak-anak pun segera memasukin buku kedalam tasnya masing-masing dan bergegas untuk ke kantin sekolah.
"ra, kantin yuk gw haus nih" ajak chika
"tapi...,"
"udeh hari ini gw traktir lo"
"ah.., ada apaan nih" reina kebingungan
"udeh cepet ntar keburu rame," chika pun menarik tangan reina
"iya..iya.."
chika dan reina pun sudah sampai di kantin sekolah, dan chika mengajak duduk di meja yang di pojok sana
"chik.., kan udah ada yg tempatin,"
"udah gak nape kok,"
"tapi di situ ada anak kelas XI-Ips"
di meja sana sudah ada Ardi dan Ray,dan sudah ada 4 ice cream,
"chik...," panggil ardi
"iya,"sahut chika
"nih gw udah beli ice cream untuk kalian" kata ardi, sambil membagikan ice tersebut ke chika,ray dan reina
"ada apaan nih bro?"ray kebingungan dengan adanya peneraktiran ini,
"maaf kak, tp kenapa kakak bagiin ice cream ke kita?"tanya reina canggung
"Emang tampang gw udah tua ya, sampe di bilang kakak"sahut ardi
“mmhh…, bukan maksudnya kaya begitu kak, tapi…”belum selesai reina menjelaskan ardi sudah memotong perkatan reina
“iya.., gw tau. Udah makan aja ice cream nya”potong ardi
"emm.., makasih ya kak,"jawab reina
suasana kantin pun sudah mulai di ramaikan oleh anak-anak
"chik, anterin aku beli minuman yuk," ajak ardi
"yaudah yuk..,ra gw ke sana dulu ya"sambil menunjuk kepedagan minuman
"tapi...,"sahut reina
"bro, gw mau bli minum dulu ye, titip si reina jangan diapa-apain luh..,"sambil jalan
"lo kira gw cowok apaan yang suka mainin cewek,"jawab Ray
“sip, gw percaya dah sama lo”sahut ardi sambil jalan
suasana kantin sudah tidak terlalu ramai, dengan suasana yang tidak ramai Ray pun  sesekali menatap reina dengan tatapan yang dalam
“kak, jangan di liatin kaya gitu dong” kata reina sambil membuang muka
“emang kenapa?”Tanya Ray
“ya.., aku gak enak aja di liatin sama kakak,”jawab reina dengan sedikit menunduk
“hahahahaaa…..,lo lucu ya,”tawa Ray dengan ekspresi muka bahagia.
Dengan adanya tawa dari Ray, Reina semakin menunduk dan semakin diam membisu
"kok diem aja sih?"kata ray memulai pembicaraan
"mmm..., abis mau ngapain kak"sahut reina
"ngobrol cerita apa kek,"
"ya udah kakak aja yg cerita ntar aku dengerin"
"rumah lo di daerah mana?deket sama sekolah?"
"rumahku di daerah sudirman, agak jauh sih kak, emang kenapa?"
"wah.., searah dong, gw kalo pulang juga lewat situ"dengan ekspresi muka gembira
"ohh...,"jawab reina singkat
"lo kalo pulang naik apaan?"Tanya Ray lagi
"naik kendaraan umum kak," jawab reina
"oh...,capek dong" kata ardi
"ya gitu deh kak,abis mau gimana lagi?"reina menjawab
"emang nyokap bokap lo..." Tanya ardi
Belum selesai ardi menjelaskan pertanyaan nya kepada reina tiba-tiba chika dan ardi pun menghampiri mereka dengan wajah yg penasaran ardi dan chika pun menggoda reina dan ray.
"du..ileh, udeh maen tanya-tanyaan rumah nih..," jail ardi bertanya
"iya nih, kayaknya ada tanda-tanda nih..."sambung chika
"apaan sih chik,"sedikit berbisik
"lo apa-apaan sih bro..,"jawab ray
"nih minum buat lo berdua, jus jambu dan jus alpukat" sambil menaruh di meja
"makasih bro," langsung mengambil jus alpukat
“makasih kak..,” sahut reina
“ iya sama-sama ”jawab ardi
15 menit lagi bel masuk di sekolah SMA Cakrawala berbunyi dan anak-anak sedikit demi sedikit meninggalkan kantin sekolahan
 “chik ke kelas yuk, bentar lagi bel nih kita harus ganti baju olahraga” Ajak reina
“yaudah yuk,, di, ray gw ke kelas duluan ya sama reina ” pamit chika kepada ardi dan ray
“yaudah, hati-hati ya,” sahut ardi
“oke…,”kata chika

Rabu, 27 Maret 2013

Un Title



Disaat aku sudah mulai untuk melupakan segala tentangmu, dan aku mulai belajar untuk mencintai dia tapi kau malah hadir kembali. Dan menanyakan kepadaku “ apakah dihatimu masih ada ruang untukku? Aku masih menyanyangimu seperti dahulu ” dan aku jawab “aku tidak tahu, apakah dihatiku masih ada ruang untukmu. ” dan kamu mengatakan kembali “ demi Allah , aku masih menyanyangi kamu, tidak berkurang perasaan ini  setelah kamu putuskan hubungan kita. ”
Ya tuhan…
 Air mata ini kembali mengalir setelah kejadian itu, setelah aku mengatakan kalimat yang benar – benar berat , bibirku kaku , lidah kupun kelu ,serasa jantung ini tak berdetak, hanya airmata dan airmata yg mewakili hatiku, dan mulai terfikir , salahkah aku? Salahkah aku selama ini yg sudah menuduhmu menghianatiku, ternyata aku, aku yg menghianatimu, aku meninggalkanmu begitu saja, memutuskan hubungan kita begitu saja dan aku menanam rasa kebencian di hatiku karna kamu menghianatiku, nyatanya? Aku,  setelah  meninggalkanmu aku malah mencintai orang lain, sebenarnya siapa penghianat itu…. Siapa yg menghianati? Dan siapa yang terhianati?

Aku terdiam, tertunduk lesu, dan kau mulai mengeluarkan suara lembutmu untuk menyapaku dari lamunan, “heyy… kok diam? Kenapa?”  akupun terkaget dengan sapaan mu yg begitu lembut, perlahan aku mulai menggerakan anggota tubuhku, sedikit demi sedikit aku mulai bisa bernafas, mulai bisa jari jemariku untuk menghapus air mata ini, dan kata – kata mu kembali mengejutkanku, “na, kamu kenapa? Maaf kalau aku mengagetkanku, aku minta maaf kalau aku hadir kembali di kehidupanmu karna aku tidak bisa untuk menahan rasa ini lagi, sungguh aku masih menyanyangimu, reina… bisakah kita merajut kisah cinta kita kembali? heyy, bicaralah aku akan menerima apapun jawabanmu ” ya Tuhan…. Betapa baiknya kamu, betapa…. Ya tuhan sanggupkah aku untuk mengatakan semua ini? Tegakah aku? Dengan sekuat tenaga yg terkumpul “ Bar, maaf banget , aku tidak tahu apakah dihatiku masih ada ruang untuk kamu, aku tidak tahu… maaf, aku belum bisa memutuskannya sekarang. Aku harap kamu mengerti. ” kataku getar , “iya, tidak mengapa. Yg penting kamu tahu kalau aku sampai sekarang masih menyanyangimu, masih mencintaimu. Percayalah,  aku akan menunggu jawabanmu sampai kapanpun, aku akan menunggumu na, percayalah….” katamu lembut. “makasih bar, makasih untuk kasih sayangmu, terimakasih untuk cintamu, dan terimakasih untuk waktu yg kau berikan. ” “iya, sama-sama na, semoga jawabanmu nanti bisa menjadi yg terbaik untuk kamu, aku dan tentunya untuk kelanjutan hubungan kita. ”

Tidak kuat aku untuk menjawab prkataanmu tadi, langsung ku tutup telepon darimu,
Ya tuhan, (Akbar , kamu tuh baik banget, kamu siap menunggu jawabanku sampai kapanpun, apakah kamu tidak bosan? Apakah kamu tidak jenuh, menungguku?. Bar, kamu tuh ganteng , baik , hati kamu lembut , gentle man , pasti banyaklah yg mau sama kamu, tapi kenapa kamu mau nungguin aku? Kenapa kamu masih aja mengharapkan aku? Kenapa bar…. Kenapa?) andai kata – kata itu sanggup untuk aku ucapkan kepadamu, pasti aku sudah tau alasan kamu masih saja menyanyangiku dan mencintaiku sampai nanti…