Disaat aku sudah mulai untuk melupakan segala tentangmu, dan
aku mulai belajar untuk mencintai dia tapi kau malah hadir kembali. Dan
menanyakan kepadaku “ apakah dihatimu
masih ada ruang untukku? Aku masih menyanyangimu seperti dahulu ” dan aku
jawab “aku tidak tahu, apakah dihatiku
masih ada ruang untukmu. ” dan kamu mengatakan kembali “ demi Allah , aku masih menyanyangi kamu, tidak berkurang perasaan
ini setelah kamu putuskan hubungan kita.
”
Ya tuhan…
Air mata ini kembali mengalir setelah
kejadian itu, setelah aku mengatakan kalimat yang benar – benar berat , bibirku
kaku , lidah kupun kelu ,serasa jantung ini tak berdetak, hanya airmata dan
airmata yg mewakili hatiku, dan mulai terfikir , salahkah aku? Salahkah aku
selama ini yg sudah menuduhmu menghianatiku, ternyata aku, aku yg
menghianatimu, aku meninggalkanmu begitu saja, memutuskan hubungan kita begitu
saja dan aku menanam rasa kebencian di hatiku karna kamu menghianatiku,
nyatanya? Aku, setelah meninggalkanmu aku malah mencintai orang
lain, sebenarnya siapa penghianat itu…. Siapa yg menghianati? Dan siapa yang
terhianati?
Aku terdiam, tertunduk lesu, dan kau mulai mengeluarkan suara lembutmu
untuk menyapaku dari lamunan, “heyy… kok
diam? Kenapa?” akupun terkaget
dengan sapaan mu yg begitu lembut, perlahan aku mulai menggerakan anggota
tubuhku, sedikit demi sedikit aku mulai bisa bernafas, mulai bisa jari jemariku
untuk menghapus air mata ini, dan kata – kata mu kembali mengejutkanku, “na, kamu kenapa? Maaf kalau aku
mengagetkanku, aku minta maaf kalau aku hadir kembali di kehidupanmu karna aku
tidak bisa untuk menahan rasa ini lagi, sungguh aku masih menyanyangimu, reina…
bisakah kita merajut kisah cinta kita kembali? heyy, bicaralah aku akan
menerima apapun jawabanmu ” ya Tuhan…. Betapa baiknya kamu, betapa…. Ya
tuhan sanggupkah aku untuk mengatakan semua ini? Tegakah aku? Dengan sekuat
tenaga yg terkumpul “ Bar, maaf banget ,
aku tidak tahu apakah dihatiku masih ada ruang untuk kamu, aku tidak tahu…
maaf, aku belum bisa memutuskannya sekarang. Aku harap kamu mengerti. ”
kataku getar , “iya, tidak mengapa. Yg
penting kamu tahu kalau aku sampai sekarang masih menyanyangimu, masih
mencintaimu. Percayalah, aku akan
menunggu jawabanmu sampai kapanpun, aku akan menunggumu na, percayalah….” katamu
lembut. “makasih bar, makasih untuk
kasih sayangmu, terimakasih untuk cintamu, dan terimakasih untuk waktu yg kau
berikan. ” “iya, sama-sama na, semoga jawabanmu nanti bisa menjadi yg terbaik
untuk kamu, aku dan tentunya untuk kelanjutan hubungan kita. ”
Tidak kuat aku untuk menjawab prkataanmu tadi, langsung ku tutup
telepon darimu,
Ya tuhan, (Akbar , kamu tuh baik banget, kamu siap menunggu jawabanku sampai kapanpun, apakah kamu tidak
bosan? Apakah kamu tidak jenuh, menungguku?. Bar, kamu tuh ganteng , baik ,
hati kamu lembut , gentle man , pasti banyaklah yg mau sama kamu, tapi kenapa
kamu mau nungguin aku? Kenapa kamu masih aja mengharapkan aku? Kenapa bar….
Kenapa?) andai kata – kata itu sanggup untuk aku ucapkan kepadamu, pasti aku
sudah tau alasan kamu masih saja menyanyangiku dan mencintaiku sampai nanti…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar