Rabu, 27 Maret 2013

Un Title



Disaat aku sudah mulai untuk melupakan segala tentangmu, dan aku mulai belajar untuk mencintai dia tapi kau malah hadir kembali. Dan menanyakan kepadaku “ apakah dihatimu masih ada ruang untukku? Aku masih menyanyangimu seperti dahulu ” dan aku jawab “aku tidak tahu, apakah dihatiku masih ada ruang untukmu. ” dan kamu mengatakan kembali “ demi Allah , aku masih menyanyangi kamu, tidak berkurang perasaan ini  setelah kamu putuskan hubungan kita. ”
Ya tuhan…
 Air mata ini kembali mengalir setelah kejadian itu, setelah aku mengatakan kalimat yang benar – benar berat , bibirku kaku , lidah kupun kelu ,serasa jantung ini tak berdetak, hanya airmata dan airmata yg mewakili hatiku, dan mulai terfikir , salahkah aku? Salahkah aku selama ini yg sudah menuduhmu menghianatiku, ternyata aku, aku yg menghianatimu, aku meninggalkanmu begitu saja, memutuskan hubungan kita begitu saja dan aku menanam rasa kebencian di hatiku karna kamu menghianatiku, nyatanya? Aku,  setelah  meninggalkanmu aku malah mencintai orang lain, sebenarnya siapa penghianat itu…. Siapa yg menghianati? Dan siapa yang terhianati?

Aku terdiam, tertunduk lesu, dan kau mulai mengeluarkan suara lembutmu untuk menyapaku dari lamunan, “heyy… kok diam? Kenapa?”  akupun terkaget dengan sapaan mu yg begitu lembut, perlahan aku mulai menggerakan anggota tubuhku, sedikit demi sedikit aku mulai bisa bernafas, mulai bisa jari jemariku untuk menghapus air mata ini, dan kata – kata mu kembali mengejutkanku, “na, kamu kenapa? Maaf kalau aku mengagetkanku, aku minta maaf kalau aku hadir kembali di kehidupanmu karna aku tidak bisa untuk menahan rasa ini lagi, sungguh aku masih menyanyangimu, reina… bisakah kita merajut kisah cinta kita kembali? heyy, bicaralah aku akan menerima apapun jawabanmu ” ya Tuhan…. Betapa baiknya kamu, betapa…. Ya tuhan sanggupkah aku untuk mengatakan semua ini? Tegakah aku? Dengan sekuat tenaga yg terkumpul “ Bar, maaf banget , aku tidak tahu apakah dihatiku masih ada ruang untuk kamu, aku tidak tahu… maaf, aku belum bisa memutuskannya sekarang. Aku harap kamu mengerti. ” kataku getar , “iya, tidak mengapa. Yg penting kamu tahu kalau aku sampai sekarang masih menyanyangimu, masih mencintaimu. Percayalah,  aku akan menunggu jawabanmu sampai kapanpun, aku akan menunggumu na, percayalah….” katamu lembut. “makasih bar, makasih untuk kasih sayangmu, terimakasih untuk cintamu, dan terimakasih untuk waktu yg kau berikan. ” “iya, sama-sama na, semoga jawabanmu nanti bisa menjadi yg terbaik untuk kamu, aku dan tentunya untuk kelanjutan hubungan kita. ”

Tidak kuat aku untuk menjawab prkataanmu tadi, langsung ku tutup telepon darimu,
Ya tuhan, (Akbar , kamu tuh baik banget, kamu siap menunggu jawabanku sampai kapanpun, apakah kamu tidak bosan? Apakah kamu tidak jenuh, menungguku?. Bar, kamu tuh ganteng , baik , hati kamu lembut , gentle man , pasti banyaklah yg mau sama kamu, tapi kenapa kamu mau nungguin aku? Kenapa kamu masih aja mengharapkan aku? Kenapa bar…. Kenapa?) andai kata – kata itu sanggup untuk aku ucapkan kepadamu, pasti aku sudah tau alasan kamu masih saja menyanyangiku dan mencintaiku sampai nanti…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar